Mengenal Berbagai Mode Program Pada Kemera DSLR

Mengenal Berbagai Mode Program Pada Kemera DSLR – Cara cepat belajar fotografi adalah dengan mengenali berbagai mode program pada kamera DSLR yang Anda miliki. Dengan memahami mode program kamera DSLR yang Anda milki maka akan memudahkan Anda dalam menghasilkan foto yang bagus. Setiap merk kamera DSLR mempuyai mode program yang hampir sama hanya saja simbol dan penamaannya saja yang berbeda. Memahami fungsi dari setiap mode program DSLR maka Anda bisa memanfaatkannya untuk berbagai kondisi pemotretan. Adanya mode tersebut sangat membantu Anda dalam melakukan pemotretan di kondisi yang berbeda-beda. Jika Anda sudah memahami fungsinya maka tidak sulit bagi Anda untuk melakukan pengaturan menu dan mode pada kamera agar mendapat setting yang pas.

Mengenal Berbagai Mode Program Pada Kemera DSLR

Belajar memahami mode program kamera DSLR, Anda harus tahu beberapa jenis mode program kamera yang ada. Pada dasarnya mode program kamera DSLR dibagi menjadi tiga bagian yaitu mode otomatis, mode semi otomatis, dan manual. Ada beberapa mode program otomatis yang sering digunakan, diantaranya seperti AUTO, Potrait, Macro, landscape, sport, dan night action. Sedangkan mode semi otomatis berupa aperture priority, shutter speed priority, dan program. Jika Anda menggunakan mode AUTO, maka settingan menu seperti ISO, shutter speed, aperture, white balance, dan fokus diatur secara otomatis oleh kamera untuk menghasilkan foto yang optimal.

Menggunakan mode portrait maka kamera secara otomatis akan memilih aperture yang besar untuk mengaburkan background dan hanya fokus pada objek atau subjek yang akan difoto. Mode ini cocok digunakan untuk jenis foto portrait. Jika Anda ingin memotret bunga, serangga, dan objek kecil lainnya, Anda bisa menggunakan mode macro. Untuk menghasilkan foto landscape yang indah Anda bisa menggunakan mode landscape. Dengan menggunakan mode ini maka kamera secara otomatis akan memilih aperture yang kecil untuk menghasilkan fokus yang lebar serta pemilihan shutter speed yang lambat. Dengan memahami mode program kamera DSLR maka Anda bisa memutuskan mode program kamera yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Mengenali Mode Bulb Kamera Digital Beserta Fungsinya

Mengenali Mode Bulb Kamera Digital Beserta Fungsinya – Berbicara mengenai mode bulb kamera digital sangat berkaitan erat dengan pengaturan shutter speed pada kamera. Setiap kamera memiliki nilai shutter speed yang berbeda-beda, jika kecepatan shutter speed melebihi dari 30 detik maka dikatakan sebagai mode bulb. Lalu apakah fungsi dari merendahkan shutter speed menggunakan mode bulb pada foto. Membuat shutter speed selambat mungkin memang menjadi kesengajaan untuk menciptakan efek motion blur pada foto sehingga menghasilkan foto yang indah. Mode bulb dengan menggunakan shutter speed yang rendah biasa digunakan untuk memotret landscape dengan efek yang dihasilkan berupa motion blur yang halus yang semakin membuat  indahnya foto landscape yang dihasilkan.

Mengenali Mode Bulb Kamera Digital Beserta Fungsinya

Teknik mode bulb kamera digital bisa digunakan untuk merekam gerakan objek dari awal sampai batas waktu bulb selesai. Anda juga bisa menggunakan teknik mode bulb untuk menghasilkan foto light painting (lukisan cahaya) yang indah. Teknik ini memotret subjek yang menggunakan benda bercahaya untuk menulis kata, nama, maupun menggambar objek. Mode bulb pada kamera juga bisa digunakan untuk menghasilkan foto pemandangan atau landscape yang indah. Menghasilkan foto landscape yang indah tidak hanya mengandalakan mode bulb saja, Anda juga membutuhkan pengaturan ISO dan juga aperture yang pas agar bisa menghasilkan foto yang indah. Menggunakan mode bulb akan menghasilkan efek blur yang halus dan sangat cocok untuk memotret foto landscape air seperti pemandangan di laut, pantai, air terjun, dan lain-lain.

Menggunakan mode bulb kamera digital maka Anda harus melakukan pengaturan kamera yang pas. Mode bulb biasa digunakan pada malam hari pada kondisi minim cahaya. Karena shutter speed yang digunakan sangat lambat, maka jumlah cahaya yang masuk ke kamera akan sangat banyak sehingga akan membuat foto cukup terang. Jika mode bulb digunakan pada siang hari maka akan menyebabkan cahaya over, oleh karena itu Anda harus melakukan pengaturan kamera yang pas dengan cara menurunkan angka ISO dan memperkecil nilai bukaan lensa kamera untuk meminimalisir cahaya yang masuk ke lensa.

Mengenal Jenis Filter Close Up Untuk Foto Makro

Mengenal Jenis Filter Close Up Untuk Foto Makro – Terdapat banyak jenis filter yang bisa Anda gunakan untuk aktivitas fotografi salah satunya adalah jenis filter close up yang biasa disebut dengan diopters lens. Filter ini bekerja seperti kaca pembesar dengan kualitas tinggi sehingga Anda bisa memotret objek dengan jarak super dekat. Foto yang dihasilkan berupa foto close up atau foto makro dengan detail yang sangat tinggi. Filter close up untuk foto makro sangat mudah dipasang sama halnya seperti memasang filter pada lensa. Menggunakan filter close up ini Anda bisa menghasilkan foto makro berkualitas tinggi tanpa perlu menggunakan lensa makro yang terkenal cukup mahal.

Mengenal Jenis Filter Close Up Untuk Foto Makro

Filter close up untuk foto makro memiliki kekeuatan yang dilambangkan dengan diopter. Angka diopter yang ada pada filter tersebut berupa +1,+2,+3,+4, dan seterusnya. Makin besar angka dipoternya makin dekat jarak lensa ke objek, namun kualitas foto yang dihasilkan semakin berkurang karena penurunan kualitas optik. Hasil foto yang dihasilkan oleh lensa yang menggunakan filter close up sangat bergantung pada kualitas lensanya, jika Anda menggunakan lensa yang berkualitas bagus maka hasil fotonya akan bagus. Namun jika Anda menggunakan lensa dari pabrikan third party dengan kualitas rendah, maka kelemahan dan kejelekan lensa akan nampak pada foto yang dihasilkan. Menggunakan lensa close up untuk menghasilkan foto makro menjadi salah satu solusi bagi Anda yang ingin memotret objek secara makro dengan menggunakan lensa biasa.

Menggunakan filter close up untuk foto makro pastinya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang bisa Anda dapatkan adalah Anda bisa menggunakan lensa biasa untuk memotret objek secara makro dengan memasang filter close up pada lensa kamera. Kekurangannya adalah foto yang dihasilkan tidak akan fokus pada seluruh bidang datar dan pinggiran foto akan terlihat soft. Solusinya Anda harus memperkecil bukaan agar fokus yang dihasilkan bisa merata. Jika Anda sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan menggunakan filter close up pada lensa kamera, maka Anda bisa melakukan pengaturan menu pada kamera agar hasil foto makro yang dihasilkan tetap bagus dan fokus pada objek.

Cara Mengembalikan Foto Terhapus Dari Memory Card

Cara Mengembalikan Foto Terhapus Dari Memory Card – Memory card merupakan salah satu komponen penting dalam dunia fotografi. Fungsi dari memory card sangatlah penting sebagai media penyimpan file yang ditangkap oleh kamera Anda. Beberapa merk memory card mempunyai kelebihan yang berbeda, salah satunya adalah kecepatan dalam mentransfer data dari memory card ke pc atau laptop. Pilih memory card yang mempunyai kualitas terbaik agar awet dan tidak cepat rusak. Setiap memory card mempunyai kemampuan menyimpan data yang berbeda sesuai dengan kapasitas penyimpanannya mulai dari beberapa MB sampai puluhan GB. Jika suatu saat terjadi kerusakan pada memory card yang Anda miliki, maka akan sangat fatal akibatnya salah satunya adalah kerusakan pada file atau bahkan data yang ada pada memory card hilang. Jika hal itu terjadi, Anda bisa menggunakan bantuan program recovery yang bisa mengembalikan foto terhapus dari memory card.

Saat terjadi kerusakan pada memory card, efek terparah yang terjadi adalah hilangnya data baik yang berupa foto maupun video pada memory card Anda. kerusakan yang terjadi bisa jadi karena faktor teknis dan non teknis. Mengembalikan foto terhapus dari memory card, ada banyak aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk merecovery file-file foto yang sudah hilang. Salah satunya adalah aplikasi recovey recuva. Aplikasi ini bisa dengan mudah Anda download melalui PC atau laptop. Dan bila Anda beruntung maka file-file foto Anda yang hilang bisa kembali lagi.

Salah satu aplikasi yang bisa mengembalikan foto terhapus dari memory card adalah aplikasi recovery recuva. Cara kerja aplikasi ini sangatlah mudah Anda tinggal mendownload lalu menginstalnya pada PC atau laptop. Setelah berhasil terinstall lalu sambungkan memory card ke PC atau laptop Anda, lalu jalankan aplikasi dan jika Anda beruntung file-file foto Anda yang hilang bisa dikembalikan lagi seperti semula. Untuk menghindari hilangnya file foto pada memory card sebaiknya setelah memotret segera back up data Anda ke PC atau laptop agar file-file foto Anda tersimpan dengan aman.

Cara Melakukan Pengaturan Custom White Balance Pada Kamera DSLR

Cara Melakukan Pengaturan Custom White Balance Pada Kamera DSLR – Mempelajari dunia fotografi memang bukanlah hal yang mudah jika Anda tidak berusaha belajar dan berlatih. Dalam hal menghasilkan foto yang bagus, ada banyak aspek yang mempengaruhi untuk mendapatkan foto dengan pengaturan kamera yang pas. Beberapa diantaranya seperti ISO, shutter speed, aperture, mode metering, white balance, dan lain-lain. Terkadang Anda mendapati sebuah foto yang tidak sesuai aslinya, hal ini mungkin dipengaruhi oleh pencahayaan disekitar lokasi Anda memotret. Untuk mendapatkan foto sesuai dengan kondisi objek yang sebenarnya terutama warna, Anda bisa melakukan pengaturan menu white balance pada kamera Anda sehingga akan diperoleh foto yang sesuai dengan objek aslinya. Dalam mempelajari bagaimana cara setting custom white balance kamera DSLR, Anda bisa mempraktikkan cara yang akan dibahas dibawah ini.

Cara Melakukan Pengaturan Custom White Balance Pada Kamera DSLR

Pada setiap kamera DSLR sudah terdapat menu white balance yang bisa Anda pilih sesuai dengan suasana lokasi Anda memotret. Pilihan white balance yang ada diantaranya seperti auto white balance, fluorescent, cloudy, daylight, shade, dan lain-lain. Macam mode white balance berbeda pada tiap merk dan tipe kamera. Satuan temperatur warna yang digunakan untuk mengukur white balance adalah Kelvin, Anda bisa melakukan pengaturan secara manual dengan cara menambah atau mengurangi besarnya temperatur warna melalui pengaturan pada kamera DSLR Anda. Tidak semua merk dan tipe kamera memiliki pengaturan temperatur warna white balance, hanya tipe kamera menengah dan pro yang ada pengaturan ini. Dengan melakukan custom white balance maka akan memudahkan Anda menyesuaikan temperatur warna foto dengan kondisi cahaya di lokasi pemotretan sehingga akan menghasilkan foto dengan warna yang sesuai. Mempelajari bagaimana cara setting custom white balance kamera DSLR dapat memudahkan Anda mendapatkan foto yang bagus.

Sangat penting mempelajari bagaimana cara setting custom white balance kamera DSLR agar ketika Anda melakukan pemotretan pada kondisi cahaya yang tidak bersahabat Anda tetap bisa mendapatkan foto yang bagus. Setiap kamera mempunyai pengaturan white balance yang berbeda-beda. Mengetahui fungsi menu dan mode pada kamera yang Anda miliki akan memudahkan Anda melakukan pengaturan white balance yang pas sehingga warna foto yang dihasilkan sesuai dengan warna objek yang sesungguhnya.

Mengenali Efek Moire Pattern Pada Foto

Mengenali Efek Moire Pattern Pada Foto – Menggunakan kamera DSLR untuk menangkap gambar dan momen yang kita inginkan memang menjadi pilihan yang tepat karena banyak keunggulan yang dimiliki oleh kamera DSLR ini. Namun seberapa canggihnya teknologi masih ada kelemahan yang akan ada temui salah satunya adalah ketika Anda memotret objek dengan detail berupa pola yang berulang. Pola tersebut bisa berupa garis atau titik. Kondisi diatas akan menciptakan efek yang disebut moire pattern. Untuk mengetahui apa itu moire pattern, Anda bisa menyimak penjelasan yang akan disampaikan dibawah ini.

Efek Moire Pattern Pada Foto

Moire pattern muncul karena cahaya mencapai sensor dan bagaimana cara sensor mengintepretasikan cahaya tersebut sehingga akan muncul pola tambahan yang aneh dilihat oleh mata. Karena keterbatasan kemampuan kamera dan lensa mengakibatkan efek ini sering muncul baik di rambut, baju, tangga eskalator serta objek yang lain yang mempunyai pola rapat dan berulang. Mengetahui apa itu moire pattern sangat berguna bagi Anda untuk mencegah timbulnya efek tersebut pada foto yang Anda hasilkan. Namun jika foto yang Anda hasilkan sudah terlanjur memunculkan efek moire pattern, Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa menghilangkan atau mengedit foto tersebut dengan menggunakan program light room. Foto dengan efek moire pattern pastinya akan sangat menganggu terutama jika efek tersebut muncul pada objek baju seperti jas yang dipakai oleh subjek yang Anda ambil fotonya.

Setelah Anda mengetahui apa itu moire pattern, Anda bisa menghindari terjadinya efek moire pattern dengan menggunakan tips sebagai berikut. Pertama-tama setelah Anda memotret segera periksa hasil foto Anda, jika foto Anda menghasilkan efek moire pattern Anda bisa mencegah dengan meggunakan pengaturan pada lensa atau kamera. Cara-cara tersebut diantaranya seperti ubah jarak atau ubah panjang focal kamera ke objek, ubah fokus ke area lain, ganti angle atau sudut pemotretan, serta gunakan bukaan kecil berkisar f/11 sampai f/16. Dengan mempraktikkan tips pengaturan kamera tersebut dapat mencegah foto yang Anda hasilkan terkena efek moire pattern yang menggangu dan mengurangi kualitas foto Anda.

Mengubah Lensa Biasa Menjadi Lensa Makro Dengan Extension Tube

Mengubah Lensa Biasa Menjadi Lensa Makro Dengan Extension Tube – Fotografi merupakan salah satu hobi dan seni mengambil gambar yang menyenangkan. Kemudahan dalam dunia fotografi membuat semua orang bisa menjadi fotografer dengan menggunakan berbagai macam media baik handphone, kamera pocket, kamera DSLR, dan lain-lain. Mengambil gambar dengan kamera DSLR akan membantu Anda menghasilkan foto digital dengan kualitas terbaik. Kelebihan dari kamera DSLR lainnya adalah Anda bisa mengganti lensa sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada beberapa tipe fotografi yang ada, salah satunya adalah makro fotografi. Jika Anda ingin memotret objek secara makro tapi Anda tidak mempunyai lensa makro, maka Anda bisa menggunakan extension tube. Fungsi extension tube mengubah lensa biasa menjadi lensa makro sehingga Anda bisa menghasilkan foto dengan detail objek yang maksimal.

Mengubah Lensa Biasa Menjadi Lensa Makro Dengan Extension Tube

Jika Anda menggunakan extension tube, maka Anda bisa mengubah lensa biasa yang Anda miliki menjadi lensa makro. Jenis lensa biasa yang digunakan adalah lensa yang mempunyai panjang focal antara 24mm sampai 90mm. Extension tube mengubah lensa biasa menjadi lensa makro bisa Anda beli secara terpisah atau dalam paket satu set. Produsen kamera terkenal seperti canon dan nikon telah memproduksi extension tube untuk produk kamera mereka. Namun Anda juga bisa membeli third party seperti extension tube merk kenko dengan harga yang lebih murah. Anda bisa membeli extension tube merk kenko dengan kisaran harga 500 ribu sampai 1,4 juta rupiah.

Menggunakan extension tube mengubah lensa biasa menjadi lensa makro, Anda akan menghasilkan foto makro dengan detail objek yang maksimal. Extension tube dipasang antara body kamera dan lensa. Dengan menggunakan extension tube ini tentunya Anda tidak harus memiliki lensa makro jika Anda ingin memotret objek secara makro. Bahkan Anda bisa menggunakan lensa kit yang Anda punya 18-55mm untuk digunakan sebagai lensa makro dengan bantuan extension tube. Lensa makro sangat cocok untuk memotret objek tunggal untuk mendapatkan detail objek yang berupa warna dan tekstur yang maksimal.

Tips Komposisi Warna Untuk Menjadikan Foto Menarik

Tips Komposisi Warna Untuk Menjadikan Foto Menarik – Mempelajari dunia fotografi untuk menghasilkan foto yang menarik bukanlah hal yang susah ataupun mudah. Banyak komponen yang bisa mempengaruhi hasil foto yang bagus. Selain mempelajari teknik fotografi melalui pengaturan kamera, hal non teknis juga harus Anda perhatikan seperti momen, komposisi foto, komposisi warna, dan lain-lain. Mempelajari tips komposisi warna dalam foto akan membantu Anda dalam menentukan komposisi warna yang bagus seperti komposisi warna objek, warna background, warna foreground, dan lain-lain. Foto dengan komposisi warna yang bagus pastinya akan sangat enak dipandang dan juga memberi kesan tersendiri dalam sebuah foto. Ada beberapa warna yang memiliki efek tersendiri pada sebuah foto. Untuk memahami efek warna pada foto Anda harus mengetahui jenis-jenis warna yang ada.

Tips Komposisi Warna Untuk Menjadikan Foto Menarik

Mempelajari tips komposisi warna dalam foto, pertama kali Anda harus mengetahui jenis warna yang ada seperti warna primer dan sekunder. Seperti yang Anda ketahui warna primer terdiri dari merah, biru, dan kuning. Tiap warna memberi efek dan kesan yang berbeda. Foto dengan dominan warna merah akan memberi kesan tegas, sedangkan foto dengan nuansa biru akan memberi efek kalem dan dingin, warna kuning akan memberi efek foto yang hangat. Dengan mengetahui efek warna pada foto maka akan memudahkan Anda dalam menentukan warna objek utama, background, dan objek pelengkap yang lain.

Sedangkan warna sekunder merupakan warna hasil pencampuran dari warna primer. Sama seperti warna primer, warna sekunder juga memberi nuansa yang berbeda pada foto. Warna sekunder yang ada diantaranya seperti ungu, hijau, dan orange. Dengan mengetahui teknik dasar dan juga tips komposisi warna dalam foto bisa membantu Anda menghasilkan foto yang pas komposisi warnanya. Berikan warna yang kontras pada saat Anda memotret objek. Berikan warna yang terang, tegas, dan dominan pada objek sedangkan untuk background berikan warna yang soft agar fokus utama tertuju pada objek. Dengan menggabungkan komposisi warna yang pas, akan dihasilkan sebuah foto yang bagus dan indah.

Memahami Mode Metering Kamera DSLR

Mode Metering Kamera DSLR – Teknologi mode metering selalu ada pada setiap pabrikan kamera DSLR. Teknologi ini membuat kamera bisa menyesuikan cahaya yang masuk pada lensa sehingga foto yang dihasilkan memiliki exposure yang pas. Secara umum mode metering kamera DSLR hampir sama dengan mata manusia yaitu mengukur cahaya yang masuk pada lensa. Teknologi metering pada kamera DSLR bekerja dengan menganalisa tingkat gelap terang sebuah objek foto sehingga dihasilkan pengaturan shutter speed, aperture, dan ISO secara otomatis sehingga foto yang dihasilkan pas exposurenya tidak gelap dan juga tidak terlalu terang. Hadirnya teknologi metering ini sedikit banyak membantu Anda untuk memotret objek secara baik terutama bagi fotografer pemula agar hasil foto bisa bagus.

Mode Metering Kamera DSLR

Memahami mode metering kamera DSLR maka Anda akan menemukan beberapa kelemahan mode ini untuk kondisi pemotretan dengan intensitas cahaya antar objek yang berbeda. Misalnya jika Anda memotret benda dengan beberapa objek, maka metering kamera DSLR akan menghitung intensitas cahaya beberapa objek tersebut dan membaginya sehingga dihasilkan eksposure yang sesuai. Semakin banyak objek yang ada, maka akan semakin rumit kerja metering dalam menganalisa eksposure objek. Biasanya hasil analisa eksposure yang dihasilkan tidak sesuai, hasil foto akan lebih gelap karena hasil analisanya adalah hasil pembagian dari analisa cahaya beberapa objek. Berbeda halnya dengan ketika Anda hanya memotret dengan hanya satu objek, maka kerja matering akan jauh lebih pas dan maksimal.

Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan foto yang bagus sedangkan fungsi dan mode metering kamera DSLR sangat terbatas. Mengenali beberapa menu pada kamera DSLR yang Anda punyai menjadi kunci utama agar Anda bisa mendapatkan foto bagus dengan cara melakukan pengaturan metering pada kamera DSLR. Setiap kamera DSLR mempunyai pilihan mode metering yang bisa Anda pilih menyesuaikan pada kondisi cahaya lokasi Anda memotret. Beberapa mode metering yang ada diantaranya seperti matrix metering, center weighted metering, dan spot atau partial metering. Anda bisa memilih salah satu mode metering menyesuaikan kondisi dimana Anda memotret.

Mengenal Bracketing Dan Cara Melakukan Bracketing Di Kamera DSLR Canon

Bracketing Dan Cara Melakukan Bracketing Di Kamera DSLR Canon – Teknik auto exposure atau yang lebih dikenal dengan istilah bracketing adalah teknik pemotretan yang sering digunakan untuk mengatasi situasi pencahayaan yang sangat rumit. Dalam kondisi cahaya yang rumit secara teknis kamera akan mengambil exposure yang pas menurut kamera dan akan mengambil beberapa gambar dengan exposure yang berlebihan atau over expsosed dan juga under exposed. Dengan mengambil beberapa foto dengan exposure yang berbede-beda sekaligus, maka akan memudahkan Anda memperoleh foto dengan exposure yang pas. Mempelajari teknik bracketing akan memudahkan Anda mendapatkan foto yang bagus dengan pencahayaan yang rumit. Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara melakukan bracketing di kamera DSLR merk Canon.

Bracketing Dan Cara Melakukan Bracketing Di Kamera DSLR Canon

Teknik bracketing biasa dilakukan untuk mendapatkan foto yang pas exposurenya dengan pencahayaan yang rumit. Menggunakan teknik ini akan menghindarkan Anda kehilangan foto denga momen yang bagus. Kondisi pemotretan yang banyak melakukan teknik bracketing diantaranya adalah pada saat acara penting seperti wedding yang banyak menggunakan lighting dengan warna yang berbeda-beda. Saat memotret foto HDR, Anda bisa menggunakan teknik bracketing untuk menghasilkan foto dengan objek yang sama namun dengan exposure yang berbeda. Hasil dari foto teknik bracketing akan dikombinasikan menggunakan teknik olah digital untuk menghasilkan foto HDR yang bernilai seni tinggi. Sayangnya cara melakukan bracketing di kamera sangat bergantung pada merk dan dan tipe kamera tersebut. Jadi jika Anda ingin mempelajari teknik bracketing, Anda harus mempelajari terlebih dahulu pengaturan menu dan mode pada kamera Anda. Di kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara melakukan bracketing pada kamera DSLR merk Canon.

Pengaturan dan cara melakukan bracketing di kamera DSLR merk Canon, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut. Pertama-tama masuk ke menu lalu pilih menu shooting 2 dan lihat daftar dibawah pilihan menu expo.comp/AEB dan pilih menu tersebut. Kemudian putar roda putar bagian atas kamera (main dial) untuk memilih rentang bracketing yang Anda inginkan lalu tekan tombol set. Setelah itu Anda bisa mencoba teknik bracketing dan menghasilkan beberapa foto dengan tingkat exposure yang berbeda-beda.